Cara Menghitung Fee Jastip yang Benar (Rumus + Contoh)
Diperbarui 12 Agustus 2026 · Tim JastipKu
Fee jastip umumnya 5–15% dari harga barang, atau flat Rp10.000–Rp50.000 per item untuk barang murah. Total tagihan ke buyer = harga barang + fee jastip + ongkir (ongkir dibagi proporsional kalau satu paket berisi beberapa titipan). Untuk mengamankan modal, minta DP minimal 50% sebelum barang dibeli, dan catat DP itu — sebagian besar kasus jastiper rugi bukan karena fee-nya kekecilan, tapi karena salah hitung: lupa biaya tambahan, salah kalikan qty, atau lupa siapa yang sudah bayar berapa.
Berapa persen fee jastip yang wajar?
Patokan yang dipakai luas di komunitas jastip Indonesia:
- 5–10% — barang reguler yang gampang didapat (belanja mall/event domestik tanpa antre).
- 10–15% — barang antre, limited edition, event ramai, atau titipan luar negeri (tenaga + risiko lebih besar).
- Fee flat per item (mis. Rp15.000–Rp50.000) — untuk barang murah, karena 10% dari Rp50.000 tidak menutup tenagamu.
Aturan praktisnya: makin susah didapat dan makin besar modal yang kamu talangi, makin tinggi fee yang wajar. Jangan menetapkan fee dari rasa sungkan — hitung dari tenaga, waktu antre, dan risiko nombok.
Rumus menghitung tagihan jastip
Fee jastip = harga barang × 5–15% atau flat per item
DP = minimal 50% × total tagihan
Sisa pelunasan = total tagihan − DP
Tiga komponen itu selalu ditulis terpisah di tagihan. Buyer melihat persis apa yang dia bayar, dan kamu tidak akan salah menagih.
Contoh perhitungan lengkap
Buyer titip 2 pcs boneka seharga Rp350.000/pcs dari event di Jakarta. Fee 10%, ongkir kirim ke buyer Rp22.000:
| Harga barang (Rp350.000 × 2) | Rp700.000 |
| Fee jastip 10% × Rp700.000 | Rp70.000 |
| Ongkir | Rp22.000 |
| Total tagihan | Rp792.000 |
| DP 50% | Rp396.000 |
| Sisa pelunasan (saat barang siap) | Rp396.000 |
Perhatikan: fee dihitung dari harga × qty, bukan dari harga satuan saja. Di sinilah banyak yang kepeleset — saat qty berubah di tengah jalan, semua angka turunannya (fee, total, DP, sisa) ikut berubah dan harus dihitung ulang.
4 kesalahan hitung yang paling sering bikin boncos
- Biaya tersembunyi tidak dihitung. Tiket masuk event, parkir, plastik/bubble wrap, biaya transfer — kecil satu-satu, tapi di 20 order jumlahnya memakan fee-mu.
- Salah kalikan qty. Buyer nambah dari 1 jadi 3 pcs di chat, kamu update harga tapi lupa update DP dan sisa. Selisihnya keluar dari kantongmu.
- Salah kurs (titipan luar negeri). Pakai kurs beli saat kamu bayar, bukan kurs yang kamu hafal minggu lalu — dan tulis kursnya di tagihan supaya tidak dituduh mark-up.
- DP tidak tercatat rapi. "Kak, aku kan udah transfer kemarin" — tanpa catatan per-buyer, kamu menagih orang yang sudah bayar (malu) atau tidak menagih yang belum (rugi).
Mau lihat berapa kebocoran hitung manual di volume ordermu? Coba kalkulator anti-boncos — masukkan jumlah order per bulanmu, dia hitung estimasi nombokmu.
Pertanyaan yang sering ditanya
Berapa persen fee jastip yang wajar?
Umumnya 5–15% dari harga barang, atau fee flat Rp10.000–Rp50.000 per item untuk barang murah. Barang antre/limited edition atau titipan luar negeri wajar di ujung atas rentang karena tenaga dan risikonya lebih besar.
Fee jastip dihitung dari harga barang saja atau termasuk ongkir?
Fee dihitung dari harga barang. Ongkir ditagihkan terpisah apa adanya (dibagi proporsional kalau satu paket berisi titipan beberapa buyer). Mencampur keduanya membuat hitungan tidak transparan dan rawan salah.
Berapa DP jastip yang aman?
Minimal 50% dari total tagihan untuk buyer baru; banyak jastiper memakai full payment untuk barang pre-order atau buyer yang belum dikenal. DP di bawah 50% berarti kamu menalangi lebih banyak dan menanggung risiko hit-and-run lebih besar.
Kenapa jastiper bisa rugi (boncos) padahal sudah pasang fee?
Penyebab tersering: lupa menghitung ongkir/biaya tambahan (tiket masuk event, parkir, packing), salah kalikan harga saat qty lebih dari 1, salah kurs untuk titipan luar negeri, dan DP yang tidak tercatat sehingga sisa tagihan salah.
Apakah fee jastip perlu diberi tahu ke buyer?
Ya. Tulis harga barang, fee, dan ongkir sebagai komponen terpisah di tagihan. Transparansi justru meningkatkan kepercayaan — buyer tahu persis membayar untuk apa, dan kamu terlihat profesional.
Hitungan fee, DP, dan sisa — otomatis, sadar-qty
JastipKu menghitung total, DP, dan sisa pelunasan tiap buyer secara otomatis — qty berubah, semua angka ikut. Coba gratis 7 hari, full version, tanpa kartu kredit.
Baca juga: Cara Mulai Bisnis Jastip dari Nol · Beranda